Komunikasi Nonverbal: Definisi, Jenis, Dan Pentingnya

Komunikasi nonverbal memiliki banyak jenis dan penting bagi kesuksesan dalam berkomunikasi yang tidak menggunakan suara dan teks, seperti dengan gerak mata, ekspresi wajah, gestures, dll.

Apa yang dimaksud dengan komunikasi nonverbal?

Definisi: Komunikasi nonverbal adalah proses pengiriman dan penerimaan pesan tanpa menggunakan kata-kata, baik lisan maupun tulisan. Juga disebut bahasa manual.

Pengertian Komunikasi Nonverbal

Komunikasi non-verbal terjadi tanpa menggunakan kata-kata lisan atau tertulis.

Alih-alih komunikasi tertulis atau lisan, itu bergantung pada berbagai isyarat non-verbal seperti gerakan fisik, tugas, warna, tanda, simbol, grafik sinyal dll untuk mengekspresikan perasaan, sikap atau informasi.

Meskipun tidak ada kata yang digunakan dalam komunikasi non-verbal, ini dapat secara efektif mengkomunikasikan banyak perasaan manusia lebih akurat daripada metode komunikasi verbal yang terdapat pada 4 jenis komunikasi yang pada umumnya.

Komunikasi nonverbal memiliki banyak jenis dan penting bagi kesuksesan dalam berkomunikasi yang tidak menggunakan suara dan teks, seperti dengan gerak mata,
Gambar: Ilustrasi Komunikasi Nonverbal

Jenis-jenis Komunikasi Nonverbal

  1. Kontak mata.
  2. Ekspresi wajah.
  3. Gestures.
  4. Orientasi postur dan tubuh.
  5. Bahasa tubuh.
  6. Ruang dan Jarak.
  7. Kedekatan.
  8. Paralinguistik.
  9. Humor.
  10. Sentuh.
  11. Diam.
  12. Penampilan pribadi.
  13. Simbol.
  14. Komunikasi Visual.

1. Kontak mata

Kontak mata merupakan salah satu saluran penting komunikasi antarpribadi dalam membantu untuk mengatur aliran komunikasi. Dan itu menandakan minat pada orang lain.

Kontak mata dengan audiens meningkatkan kredibilitas pembicara. Seseorang yang melakukan kontak mata akan dapat membuka aliran komunikasi dan menyampaikan minat, kepedulian, kehangatan, dan kredibilitas nya.

2. Ekspresi wajah

Wajah menjadi salah satu komunikator yang sangat penting. Secara umum dikatakan bahwa wajah adalah indeks pikiran.

Ini mengekspresikan jenis emosi atau perasaan seperti suka cita, cinta, minat, kesedihan, kemarahan, jengkel, kebingungan, antusiasme, ketakutan, kejutan kebencian, dan ketidakpastian.

Ekspresi wajah diindikasikan melalui mulut (terbuka, lebar atau tertutup), kelopak mata (terangkat atau diturunkan), hidung (berkerut atau santai), pipi (ditarik ke atas atau belakang) dan dahi (diturunkan atau dinaikkan).

Dalam area wajah, mata sangat efektif untuk menunjukkan perhatian dan minat. Namun, interpretasi ekspresi wajah berbeda dari satu budaya ke budaya lain.

Tersenyum adalah isyarat kuat yang mengirimkan pesan:

  • Kebahagiaan.
  • Keramahan.
  • Kehangatan.
  • Menyukai.
  • Menyetujui.

Jadi, jika anda sering tersenyum, anda akan lebih disukai, dianggap ramah, hangat, dan mudah didekati.

Senyum biasanya menular dan akan banyak mendapatkan reaksi dan dampak positif.

3. Gestures

Jika anda gagal memberi isyarat saat berbicara, anda akan dianggap membosankan, kaku dan tidak bersemangat.

Gaya komunikasi yang hidup dan bersemangat menarik perhatian audiens, membuat materi lebih menarik, memfasilitasi diskusi, dan memberi sedikit hiburan.

Kepala mengangguk merupakan suatu bentuk gerakan, mengkomunikasikan penguatan positif kepada audiens dan menunjukkan bahwa anda mendengarkan.

Macam-macam gerakan adalah: gerakan tangan, kaki, dan kepala. Beberapa penulis berpendapat bahwa gerakan adalah: gerakan tubuh yang di lakukan dengan sengaja yang mengekspresikan makna spesifik dan disengaja.

Contoh;

Gerakan lambaian tangan memiliki arti tertentu – “halo” atau “selamat tinggal”; jari telunjuk dan ibu jari yang menyentuh untuk membentuk lingkaran memiliki arti – “ok”.

Sama seperti ekspresi wajah, interpretasi (tafsiran) dari beberapa gerakan juga berbeda antar budaya.

Misalnya, di Eropa, mengangkat ibu jari digunakan untuk menyampaikan bahwa seseorang telah melakukan sesuatu yang luar biasa sementara di Bangladesh gerakan yang sama berarti sesuatu yang bodoh.

4. Orientasi postur dan tubuh

Anda dapat mengomunikasikan banyak pesan dengan cara mengekspresikan sambil berjalan, berbicara, berdiri dan duduk.

Berdiri tegak, tetapi tidak kaku, dan condong sedikit ke depan berkomunikasi dengan audiens, itu menandakan jika anda mudah didekati, reseptif, dan ramah.

Kedekatan interpersonal terjadi ketika anda dan audiens saling berhadapan.

Berbicara dengan membusungkan dada serta melihat lantai atau langit-langit harus dihindari; itu mengkomunikasikan ketidaktertarikan pada ruangan anda.

5. Bahasa tubuh

Bahasa tubuh adalah bentuk komunikasi non-verbal yang dikenal luas. Gerakan tubuh bisa menyampaikan makna dan pesan. Bahasa tubuh dapat mengambil dua bentuk gerakan tidak sadar dan gerakan yang dikendalikan secara sadar.

Contoh;

Ketika seseorang bosan, dia mungkin memandang sekeliling ruangan daripada melihat pembicara atau dia mungkin sering berpindah posisi.

Ketika seseorang gelisah, dia bisa menggigit kuku atau rambutnya yang tumbuk. Ini biasanya dibuat secara tidak sadar. Di sisi lain, fokus condong ke depan ke arah pembicara untuk mengekspresikan minat adalah kasus gerakan tubuh yang sadar.

6. Ruang dan Jarak

Ruang dan jarak adalah alat non-verbal yang signifikan dalam kasus komunikasi organisasi.

Kamar yang luas dan didekorasi dengan baik menunjukkan posisi seseorang dalam hierarki organisasi dan setiap orang mendapatkan pesan tentang kepentingan dan wewenang nya hanya dengan mengunjungi dan menempati tempat yang di sediakan untuk nya.

Jarak adalah alat komunikasi lain, yang mengungkapkan tingkat kedekatan dan penerimaan individu.

7. Kedekatan

Norma budaya menentukan jarak yang nyaman untuk berinteraksi dengan audiens.

Anda harus mencari penyebab ketidaknyamanan audiens dengan melakukan komunikanisi nonverbal melalui kedekatan (Proxemics) di ruang audiens. Beberapa di antaranya adalah:

  • Gerak
  • Melangkah
  • Mendengarkan
  • Memahami ketidak se tujuan

Biasanya, di ruang kelas kuliah yang besar, bereaksi di ruang tidak menjadi masalah. Bahkan, biasanya berjarak yang sangat jauh.

Untuk mengatasinya, bergeraklah di sekitar kelas untuk meningkatkan interaksi dengan siswa atau audiens anda.

Meningkatkan kedekatan memungkinkan anda untuk melakukan kontak mata yang lebih baik dan meningkatkan kesempatan bagi siswa untuk berbicara.

8. Paralinguistik

Aspek komunikasi nonverbal ini mencakup elemen vokal seperti:

  1. Pitch
  2. Volume
  3. Laju bicara
  4. Artikulasi dan Pelafalan
  5. Modulasi Suara
  6. Keraguan dan Keheningan

Untuk efektivitas mengajar maksimum, belajarlah untuk memvariasikan enam elemen suara ini.

Salah satu permasalahan utama adalah instruktur yang berbicara secara monoton. Pendengar menganggap instruktur ini membosankan dan menjenuhkan.

Kebanyakan siswa akan malas untuk belajar ketika mendengarkan guru yang belum belajar memodulasi suara mereka.

9. Humor

Humor sering diabaikan sebagai alat pengajaran, dan terlalu sering tidak dianjurkan di ruang kuliah. Tertawa dapat melepaskan stres dan ketegangan bagi instruktur dan siswa.

Anda harus mengembangkan kemampuan untuk menjadi seseorang yang lebih humoris dan mendorong siswa untuk melakukan hal yang sama. Ini mendorong lingkungan yang ramah dalam memfasilitasi pembelajaran.

Memiliki tingkat homur yang tinggi, menjadi salah satu elemen penting untuk kesuksesan anda; Namun, itu bukan satu-satunya elemen penting, hanya sebagai pendukung, harus di gabungkan dengan elemen lain.

Untuk menciptakan iklim yang memfasilitasi pembelajaran dan retensi membutuhkan keterampilan komunikasi verbal dan nonverbal yang baik.

10. Sentuhan

Sentuhan adalah bentuk alat komunikasi non-verbal yang banyak digunakan. Dengan menyentuh, seseorang dapat mengekspresikan berbagai emosi. Namun, bentuk sentuhan yang diterima akan bervariasi tergantung pada jenis kelamin, usia, status relatif, keakraban dan latar belakang budaya orang tersebut.

Misalnya, dalam konteks budaya kita, ketika seseorang menyentuh anda dari belakang di ruang ujian,anda akan memahami jika ia minta di kasih tau jawaban soal ujian.

11. Diam

Diam menjadi alat komunikasi yang ampuh. Memiliki makna multi tafsir, bisa positif atau negatif.

Di kelas, keheningan menunjukkan bahwa siswa mendengarkan dengan cermat dan penuh perhatian. Dengan cara yang sama, melalui keheningan seseorang dapat mengomunikasikan kurangnya minat atau kegagalan untuk memahami.

Misalnya, diam sering menunjukkan bahwa seseorang yang menerima instruksi tidak memahami tindakan yang diperlukan atau kadang-kadang diam menunjukkan persetujuan.

12. Penampilan pribadi

Penampilan menjadi bagian dari alat komunikasi non-verbal yang penting. Penampilan meliputi pakaian, rambut, perhiasan, makeup, gesper ikat pinggang dan sebagainya.

Penampilan menunjukkan tingkat kepentingan atau minat yang disampaikan seseorang pada suatu peristiwa. Dengan menggunakan seragam, kita dapat mengidentifikasi seorang siswa, seorang dokter, seorang pengacara, seorang polisi dll.

Dalam sebuah organisasi, pakaian seseorang diamati dengan seksama untuk melihat apakah itu sesuai dengan standar penampilan yang bisa di terima. Sebagai contoh, pekerja dapat mengenakan pakaian yang berbeda saat mereka istirahat dari pakaian yang mereka pakai saat bekerja.

13. Simbol

Simbol adalah sesuatu yang mewakili ide, entitas fisik. Tujuan suatu simbol adalah untuk mengkomunikasikan makna.

Misalnya, oktagon merah dapat menjadi simbol untuk “berhenti”.

Di peta, gambar tenda mungkin mewakili tempat perkemahan. Angka adalah simbol untuk bilangan. Nama pribadi adalah simbol yang mewakili individu. Mawar merah melambangkan cinta dan kasih sayang.

14. Komunikasi Visual

Ketika komunikasi yang terjadi melalui alat bantu visual apa pun bentuknya, itu dikenal sebagai komunikasi visual.

Dengan demikian, komunikasi yang terjadi melalui ekspresi wajah, penampilan pribadi, gerakan, postur, gambar yang dicetak, tanda, sinyal, simbol, peta, poster, slide, bagan, diagram, grafik dll, itu disebut komunikasi visual.

Misalnya, untuk menunjukkan ‘bahaya’, kami menggunakan tanda merah; yang berarti ‘berbahaya’, kami menggunakan tengkorak yang ditempatkan di antara dua potong tulang yang disilang di bawah nya; untuk menunjukkan ‘beracun’, dll.

Pentingnya Komunikasi Nonverbal

Komunikasi nonverbal memiliki banyak jenis dan penting bagi kesuksesan dalam berkomunikasi yang tidak menggunakan suara dan teks, seperti dengan gerak mata,
Pentingnya Komunikasi Nonverbal

Beberapa poin penting yang menyatakan pentingnya, keperluan, keuntungan atau fungsi komunikasi non-verbal dibahas di bawah ini:

1. Ekspresi Sikap Saat Berbicara

Berbagai isyarat non-verbal saat berbicara seperti gerakan fisik, ekspresi wajah, cara ekspresi, dll. Memainkan peran penting dalam mengekspresikan makna batin dari pesan dalam percakapan tatap muka dan wawancara.

Misalnya, ekspresi wajah saat berbicara menunjukkan sikapnya, keteguhan pengetahuan, dll.

2. Memberikan Informasi Dalam Mengirim Pesan Tertulis

Format, kerapian, bahasa dan penampilan amplop yang digunakan dalam pesan tertulis mengirim pesan non-verbal mengenai ujian, pilihan, tingkat pendidikan penulis, dll.

3. Mengekspresikan Sikap Pendengar dan Penerima

Terkadang penampilan pendengar dan penerima menyampaikan sikap, perasaan, dan pemikiran mereka mengenai pesan yang telah mereka baca atau dengar.

4. Menjadi Tanda Setatus Sosial

Pakaian, gaya rambut, kerapian, perhiasan, kosmetik, menjadi status sosial seseorang dalam menyampaikan kesan tentang pekerjaan, usia, kenegarawanan, tingkat sosial atau ekonomi, status pekerjaan, dll.

Sebagai contoh; pelajar, polisi, perawat dll dapat dengan mudah diidentifikasi melalui pakaian mereka.

5. Memperoleh Pengetahuan tentang Status Seseorang

Isyarat non-verbal juga membantu menentukan status relatif orang yang bekerja di suatu organisasi. Misalnya, ukuran kamar, lokasi, perabotan, dekorasi, penerangan, dll. Menunjukkan posisi seseorang dalam organisasi.

6. Mengkomunikasikan Pesan Umum ke Semua Orang

Dalam beberapa kasus, isyarat non-verbal dapat secara efektif mengungkapkan banyak pesan nyata dengan lebih akurat daripada metode komunikasi lainnya.

Sebagai contoh; penggunaan lampu merah, kuning dan hijau dan penggunaan berbagai rambu dalam mengendalikan kendaraan di jalan.

7. Berkomunikasi dengan Penyandang Disabilitas

Isyarat komunikasi non-verbal sangat membantu dalam berkomunikasi dengan orang-orang disabilitas.

Sebagai contoh; bahasa komunikasi dengan penyandang tuna runggu hanya bergantung pada gerakan tangan, jari, dan bola mata.

8. Mengirim Pesan ke Orang yang Buta Huruf

Komunikasi dengan orang yang buta huruf melalui media tertulis tidaklah mungkin. Mungkin juga ada beberapa situasi yang tidak memungkinkan penggunaan media lisan untuk berkomunikasi dengan mereka.

Dalam situasi seperti itu, metode non-verbal seperti gambar, warna, grafik, tanda, dan simbol digunakan sebagai media komunikasi.

Sebagai contoh; untuk menunjukkan bahaya kita menggunakan tanda merah dan berarti berbahaya kita menggunakan tengkorak yang ditempatkan di antara dua potong tulang yang diletakkan secara melintang.

9. Ekspresi Pesan yang Cepat

Isyarat non-verbal seperti tanda dan simbol juga dapat mengkomunikasikan beberapa pesan dengan sangat cepat daripada media tertulis atau lisan.

Sebagai contoh; ketika pengemudi kendaraan yang sedang berjalan harus dikomunikasikan bahwa jalan di depan sempit atau ada belokan di jalan di depan, kita biasanya menggunakan tanda atau simbol daripada menggunakan pesan tertulis atau lisan.

10. Mempresentasikan Informasi dengan Tepat

Terkadang informasi kuantitatif tentang masalah apa pun mungkin memerlukan pesan tertulis yang panjang. Tetapi informasi kuantitatif ini dapat disajikan dengan mudah dan tepat melalui tabel, grafik, grafik dll.

Kesimpulan

Untuk meningkatkan keterampilan komunikasi nonverbal anda,coba rekam pembicaraan anda dengan di video kan. Kemudian komunikasikan dengan teman anda untuk dimintai pendapat nya.

Komunikasi non-verbal dapat di lakukan dengan bermacam bentuk, tergantung pada situasi, kondisi, kemampuan komunikator, dll.

Pada umum nya, ada lebih dari 0,70 juta jenis komunikasi non-verbal. Namun berikut ini adalah bentuk komunikasi non-verbal yang biasanya di gunakan.

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.