Jenis Strategi Branding dan Pemasaran

Ada banyak jenis strategi branding dalam pemasaran yang akan membangun ekuitas merek dan menambah nilai bagi perusahaan anda. Ditambah dengan pemasaran lintas-saluran , strategi branding anda akan memiliki potensi untuk tumbuh secara dramatis dan menjangkau lebih jauh dalam melampaui target audiens dan membangun nilai dari perspektif pelanggan anda.

Ada banyak jenis strategi branding yang berbeda berdasarkan target audiens, kampanye pemasaran, dan anggaran. Strategi branding yang diterima dengan baik memiliki potensi untuk membangun ekuitas merek  dan memperkuat posisinya sebagai brand yang sudah mapan. Beberapa perusahaan menggunakan beberapa strategi untuk meningkatkan peluang kampanye yang sukses.

Jika anda sudah melakukan penelitian, audiens target juga sudah ditentukan, dan anda siap untuk meluncurkan produk baru anda. Tetapi dengan begitu banyak jenis strategi branding, bagaimana anda bisa mengetahui jika brand anda akan diterima dengan baik di pasaran? Bisnis yang ingin membangun ekuitas merek dapat mencatat tujuh strategi branding yang berbeda dan mendapatkan ide tentang apa yang diharapkan dalam kampanye pemasaran yang sukses.

Ada banyak jenis strategi branding dalam pemasaran yang akan membangun ekuitas merek dan menambah nilai bagi perusahaan anda. Ditambah dengan pemasaran
Jenis Strategi Branding dalam Pemasaran

7 Jenis Strategi Branding

Produk yang diterima dengan baik akan menghasilkan pertumbuhan yang kuat, dan strategi pemasaran seperti ini akan membantu bisnis anda.

1. Memanfaatkan Nama Branding

Perusahaan yang sudah mapan sering menggunakan nama besar branding nya sendiri untuk memperluas produknya. Biasanya perusahaan dengan branding terkenal dapat dikenali dari logo, slogan, atau warnanya. Perusahaan seperti Coca-Cola, Starbucks, Apple, dan Mercedez-Benz semuanya ikonik sembari menampilkan beberapa produk tambahan yang ditampilkan dengan nama perusahaan nya.

2. Branding Individual

Terkadang perusahaan yang lebih besar dapat menghasilkan produk yang memiliki nilai bobot sendiri terlepas dari perusahaan induk. Strategi ini melibatkan pembentukan branding sebagai identitas unik yang mudah dikenali. General Mills, misalnya, mendistribusikan Cheerios, Chex, Cinnamon Toast Crunch, Kix, Trix, Total, dan lainnya — dan itu hanya kelompok sereal. Perusahaan juga mendistribusikan brand-brand besar lainnya dari setiap kelompok makanan.

3. Sikap Branding

Pemasaran yang berlebihan seringkali dapat melampaui produk yang sesungguhnya itu sendiri dalam hal sikap branding. Semua brand ini menggunakan strategi yang menghidupkan kepribadian dan pengalaman khusus dengan produk dan layanan. NCAA, Nike, dan New York Yankees membuat daftar Forbes sebagai “Merek Olahraga Paling Berharga Dunia,” dan secara otomatis dikaitkan dengan jenis branding lain, seperti Apple dan Ed Hardy, juga mencerminkan ekspresi diri pelanggan.

4. Branding “Tanpa brand”

Pendekatan minimalis dapat berbicara banyak tentang produk yang tanpa memiliki brand biasanya sangat sederhana dan generik dalam desain. Perusahaan paling sukses untuk membangun metode pemasaran ini adalah perusahaan Jepang, Muji , yang hanya diterjemahkan menjadi “tanpa label.”

5. Memperluas Branding

Memperluas branding terjadi ketika salah satu brand unggulan anda memasuki pasar baru. Katakanlah anda memiliki perusahaan sepatu yang sekarang membuat jaket, pakaian atletik, dan parfum. Nama branding membawa identitas nya sendiri ke dalam macam produk yang anda miliki.

6. Label Pribadi

Branding toko — atau label pribadi — telah menjadi populer di supermarket. Rantai ritel seperti Indomaret, Alfamart, dan Matahari dapat menghasilkan brandiing yang hemat biaya untuk bersaing dengan pengecer besar.

7. Crowdsourcing (urun daya)

Brand-brand ini diserahkan kepada publik untuk penciptaan branding, yang memberikan kesempatan pada pelanggan untuk terlibat dalam proses penamaan, dan secara efektif meningkatkan minat pribadi pada suatu produk.

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.