4 Jenis Komunikasi (Verbal, Nonverbal, Tertulis, dan Visual)

0

4 Jenis Komunikasi (Verbal, Nonverbal, Tertulis, dan Visual) beserta contohnya.

Keterampilan dalam berkomunikasi sangatlah penting bagi tempat kerja yang sehat dan efisien. Seringkali dikategorikan sebagai ” soft skill ” atau keterampilan interpersonal. Komunikasi adalah tindakan berbagi informasi dari satu orang ke orang lain atau sekelompok orang. Ada banyak cara berbeda untuk berkomunikasi, yang masing-masing memainkan peran penting dalam berbagi informasi.

Pada artikel kali ini, akan fokus pada pembahasan 4 jenis komunikasi dan bagaimana meningkatkan keterampilan komunikasi pada komunikasi verbal, nonverbal, tertulis, dan visual.

Pentingnya komunikasi

Komunikasi setiap harinya di gunakan pada tiap lingkungan, termasuk komunikasi bisnis yang biasanya di pakai di perusahaan atau tempat kerja. entah itu hanya sekedar menganggukkan kepala sebagai isyarat atau memberikan informasi kepada kelompok orang, komunikasi sangat penting diperlukan ketika membangun hubungan, berbagi ide, mendelegasikan tanggung jawab, mengelola tim, dan yang lain nya.

Mempelajari dan mengembangkan keterampilan komunikasi yang baik dapat membantu kesuksesan anda dalam karier, anda akan mendapatkan pekerjaan yang kompetitif dan membangun jaringan anda. Meskipun membutuhkan banyak waktu dan latihan, keterampilan komunikasi dan interpersonal ini tentu saja dapat ditingkatkan dan disempurnakan.

Ada empat jenis komunikasi utama yang kita gunakan setiap hari nya: Verbal, nonverbal, tertulis dan visual. Mari kita lihat jenis-jenis komunikasi ini, mengapa ke 4 Jenis Komunikasi ini sangat penting dan bagaimana cara meningkatkan keterampilan komunikasi untuk sukses dalam karier.

Terkait: Strategi Pemasaran Berkelanjutan

Jenis-jenis Komunikasi

4 Jenis Komunikasi (Verbal, Nonverbal, Tertulis, dan Visual) beserta contohnya. Keterampilan dalam berkomunikasi sangatlah penting bagi tempat kerja yang
4 Jenis Komunikasi (Verbal, Nonverbal, Tertulis, dan Visual)

Ada beberapa cara dalam berbagi informasi antara satu sama yang lain nya. Seperti Contoh: Anda dapat menggunakan komunikasi verbal saat berbagi presentasi dengan grup. Anda dapat menggunakan komunikasi tertulis saat melamar pekerjaan atau mengirim email.

Ada empat kategori utama atau gaya komunikasi termasuk verbal, nonverbal, tertulis dan visual:
 

1. Verbal

Komunikasi verbal adalah penggunaan bahasa untuk mentransfer informasi melalui berbicara atau bahasa isyarat. Ini adalah salah satu jenis komunikasi yang paling umum di gunakan, biasanya digunakan di saat presentasi, konferensi video dan panggilan telepon, rapat dan komunikasi face to face. Komunikasi verbal menjadi penting karena efisien. Komunikasi verbal sangat membantu dalam mendukung komunikasi nonverbal dan tertulis.

Berikut adalah beberapa langkah yang dapat di ambil untuk mengembangkan keterampilan komunikasi verbal anda:

  • Berbicara dengan suara kuat dan percaya diri. Terutama ketika menyajikan informasi kepada beberapa atau sekelompok orang, pastikan untuk menggunakan suara yang kuat sehingga semua orang dapat dengan mudah mendengar suara anda. Percaya diri ketika berbicara akan membuat ide-ide anda menjadi jelas dan mudah untuk dipahami orang lain.
  • Mendengarkan dengan sungguh-sungguh. Sisi lain dari menggunakan komunikasi verbal adalah mendengarkan orang lain dengan sungguh-sungguh. Keterampilan mendengarkan dengan sungguh-sungguh menjadi kunci penting ketika melakukan pertemuan, presentasi atau bahkan ketika berpartisipasi dalam percakapan satu lawan satu. Melakukan hal itu akan membantu anda tumbuh sebagai komunikator.
  • Hindari kata-kata pengisi. Mungkin sangat menggoda, terutama selama presentasi berlangsung, untuk menggunakan kata-kata pengisi seperti “um,” “like,” “so” atau “yeah.” Meskipun mungkin terasa alami setelah mengeluarkan kalimat atau berhenti sejenak untuk mengumpulkan pemikiran anda, itu bisa juga mengganggu bagi audiens anda. Coba sajikan kepada teman atau kolega tepercaya yang dapat menarik perhatian saat anda menggunakan kata-kata pengisi. Cobalah untuk menggantinya dengan menarik napas ketika anda tergoda untuk menggunakan kata-kata pengisi.

2. Nonverbal

Komunikasi nonverbal adalah penggunaan bahasa tubuh, gerakan dan ekspresi wajah untuk menyampaikan informasi kepada orang lain. Ini dapat digunakan baik secara sengaja maupun tidak sengaja. Misalnya, anda mungkin tersenyum tanpa sengaja ketika mendengar ide atau informasi yang menyenangkan atau menggembirakan. Komunikasi nonverbal sangat membantu ketika mencoba memahami pikiran dan perasaan orang lain.

Jika mereka menunjukkan bahasa tubuh yang “tertutup” seperti lengan atau kaki bersilang, atau bahu yang bungkuk, mereka mungkin merasa cemas, marah, atau gugup. Jika mereka menampilkan bahasa tubuh “terbuka” dengan kedua kaki di lantai dan lengan di samping atau di atas meja, mereka cenderung merasa positif dan terbuka terhadap informasi.

Berikut adalah beberapa langkah yang dapat di ambil untuk mengembangkan keterampilan komunikasi nonverbal anda:

  • Memperhatikan perasaan secara fisik. Sepanjang hari, ketika anda mengalami berbagai emosi (mulai dari yang menyenangkan, bosan, bahagia atau frustrasi), cobalah untuk mengidentifikasi di mana anda merasakan emosi itu dalam tubuh anda. Misalnya, jika anda merasa cemas, Mungkin anda akan merasakan perut anda terasa sebah. Mengembangkan kesadaran diri di sekitar diri anda sendiri untuk mengetahui bagaimana emosi anda mempengaruhi tubuh anda sendiri dapat memberi anda penguasaan yang lebih besar atas presentasi eksternal anda.
  • Sengaja melakukan komunikasi nonverbal. Berusaha untuk menampilkan bahasa tubuh yang positif ketika anda merasa kurang nyaman untuk terbuka terhadap lingkungan anda. Anda juga dapat menggunakan bahasa tubuh untuk mendukung komunikasi verbal anda jika anda merasa bingung atau cemas tentang informasi yang anda dapatkan, seperti mengerutkan alis. Gunakan bahasa tubuh di samping komunikasi verbal seperti mengajukan pertanyaan tindak lanjut atau menarik pembicara ke samping untuk memberikan umpan balik.
  • Meniru komunikasi nonverbal yang efektif. Jika Anda menemukan ekspresi wajah atau bahasa tubuh tertentu dari orang lain dan memiliki manfaat untuk persoalan tertentu, jadikan itu sebagai pembelajaran ketika anda meningkatkan komunikasi nonverbal anda sendiri. Misalnya, jika anda melihat bahwa ketika seseorang menganggukkan kepala, itu mengomunikasikan persetujuan dan umpan balik positif secara efisien, gunakan dalam rapat berikutnya ketika anda memiliki perasaan yang sama.

3. Tertulis

Komunikasi tertulis adalah tindakan menulis, mengetik atau mencetak simbol seperti huruf dan angka untuk menyampaikan informasi. Ini sangat membantu karena menyediakan catatan informasi untuk referensi. Menulis biasanya digunakan untuk berbagi informasi melalui buku, pamflet, blog, surat, memo, dan lainnya. Email dan obrolan merupakan bentuk komunikasi tertulis yang biasanya di pakai di tempat kerja.

Berikut adalah beberapa langkah yang dapat di ambil untuk mengembangkan keterampilan komunikasi tertulis anda:

  • Berusaha dalam menghasilkan tulisan yang muda dipahami. Komunikasi tertulis harus sesederhana dan sejelas mungkin. Meskipun dalam komunikasi instruksional akan lebih bermanfaat jika memasukkan lebih banyak detail, misalnya, Anda harus mencari tempat di mana anda bisa dapat menulis dengan hasil sejelas mungkin untuk dipahami oleh audiens anda.
  • Hati-hati dalam menggunakan kata. Karena anda tidak dalam nuansa komunikasi verbal dan nonverbal, berhati-hatilah ketika anda mencoba mengkomunikasikan kata tertentu saat menulis. Misalnya, upaya untuk mengkomunikasikan lelucon, sarkasme, atau kegembiraan, bisa jadi akan diterjemahkan secara berbeda tergantung pada audiens. Sebaliknya, cobalah untuk membuat tulisan yang sesederhana dan sejelas mungkin dan selanjutnya tindak lanjuti dengan komunikasi verbal di mana anda dapat menerangkannya.
  • Meluangkan waktu untuk meninjau kembali komunikasi tertulis. Menyempatkan waktu untuk membaca kembali email, surat, atau memo anda, dapat membantu anda untuk mengidentifikasi kesalahan kata-kata yang kurang tepat dan berpeluang untuk memperbaiki nya. Untuk komunikasi penting atau komikasi tulisan yang akan dikirim atau di sampaikan ke orang banyak, mungkin lebih baik jika kolega tepercaya ikut memeriksanya juga.
  • Menyimpan file tulisan yang anda dapatkan. Jika anda menerima pamflet, email, atau memo tertentu yang menurut anda sangat membantu atau menarik, simpanlah untuk referensi ketika menulis komunikasi anda sendiri. Menggabungkan metode atau gaya yang anda sukai dapat membantu anda meningkatkan dari waktu ke waktu.

Terkait: Jenis Strategi Branding dan Pemasaran

4. Visual

Komunikasi visual adalah tindakan menggunakan foto, seni, gambar, sketsa, bagan dan grafik untuk menyampaikan informasi. Visual sering digunakan sebagai bantuan selama presentasi untuk memberikan konteks bermanfaat bersama komunikasi tertulis dan verbal. Karena orang memiliki gaya belajar yang berbeda, komunikasi visual mungkin lebih bermanfaat bagi beberapa orang untuk mengkonsumsi ide dan informasi.

Berikut adalah beberapa langkah yang dapat di ambil untuk mengembangkan keterampilan komunikasi visual anda:

  • Tanya orang lain sebelum memasukkan visual. Jika anda memilih untuk menggunakan alat bantu visual dalam presentasi atau email anda, tanyakan dulu pada orang lain. Menambahkan visual terkadang dapat membuat konsep menjadi kacau dan membingungkan. Mendapatkan perspektif pihak ketiga dapat membantu anda menentukan apakah visual dapat menambah nilai komunikasi anda atau tidak.
  • Pertimbangkan audiens anda. Pastikan untuk menyertakan visual yang mudah dipahami oleh audiens anda. Misalnya, jika anda menampilkan bagan dengan data yang tidak dikenal, pastikan untuk meluangkan waktu dan menjelaskan apa yang terjadi dalam visual dan bagaimana hubungannya dengan apa yang anda jelaskan. Anda tidak boleh menggunakan visual yang sensitif, ofensif, kasar, atau grafis dalam bentuk apa pun.

Untuk dapat meningkatkan keterampilan komunikasi anda, lakukan langkah demi langkah dari 4 Jenis Komunikasi (Verbal, Nonverbal, Tertulis, dan Visual) untuk mencapai hal-hal yang anda inginkan. Mungkin lebih baik untuk berkonsultasi dengan kolega, manajer, atau mentor yang tepercaya untuk mengidentifikasi bidang mana yang sebaiknya difokuskan terlebih dahulu.

Leave A Reply

Your email address will not be published.